Thursday, September 16, 2010

Dompet saya [hampir] hilang

Dompet saya hampir hilang. Hal ini sudah kedua kalinya terjadi tapi baru kali ini saya tidak menyadari bahwa dompet kusam itu tidak sedang berada pada saya.

Kronologisnya seperti ini :
Di jam makan siang saya turun ke lobi bawah, ke suatu tempat, dan kemudian sholat di masjid bawah. Sampai kembali ke kubikel, saya ga menyadari kalo saya sedang kehilangan sesuatu. Di saat saya sedang asyik bekerja, tiba-tiba ada telfon masuk dari nomer tak dikenal. Saya angkat dan nanya siapa dan apa keperluannya. Tapi yang saya dengar di ujung telfon sana, seperti sekumpulan pria yang sedang bercanda, dan salah satu dari mereka jelas berkata "aduh, grogi nih, yang ngangkat cewe... bla bla bla". Saya udah ga berminat mendengar kelanjutannya, dan komunikasi saya putus. Dua kali nomer tersebut berusaha menghubungi saya lagi. Dalam pikiran saya, ini pasti kerjaan orang iseng. Dan untuk soal itu, hell no, saya ga punya waktu. Akhirnya saya tekankan dengan mengirim SMS ke nomer itu, dengan menulis "maaf, kalo ingin iseng, Anda salah alamat". Ga lama kemudian ada balasan dan doeenng, guess what, isinya kurang lebih meminta maaf udah ngeganggu saya dan bertanya apakah saya orang yang dimaksud, yang dompetnya ia temukan. Sempat linglung selama beberapa saat, barulah saya ingat, kalo saya kembali ke ruangan kantor tanpa menenteng dompet. Shock, panik, dan gemetar. Langsung tanpa ba bi bu saya telfon balik orang itu dan meminta maaf atas kelakuan saya yang tidak ramah. Setelah janjian untuk ketemuan di masjid, saya langsung ngacir. Sesampainya di sana, orang yang dimaksud sedang bersiap-siap untuk Dzuhur. Dia hanya berkata dengan singkat bahwa insya Allah tidak ada satu pun yang hilang selama ada padanya dan dia hanya mengecek kartu-kartu saya untuk mencari identitas dan nomer telfon saya.

Well, speechless, saya cuma bisa diam mematung dan menghaturkan ucapan terima kasih. Alhamdulillah, dompet saya berada di tangan yang aman. Alhamdulillah, masih ada orang jujur di jaman serba susah seperti sekarang ini. Alhamdulillah.

Terima kasih mas Saroni, Anda sungguh baik sekali.
Semoga Allah SWT memberikan imbalan yang berlipat ganda buat Anda.
Amiinn ya robbal alamiinn..

2 comments:

Anonymous said...

Wow neat! This is a really great site! I am wondering if anyone else has come across something
like this in the past? Keep up the great work!

Yushie said...

thank you anonymous.. :)